Imlek biasa disambut dan dirayakan secara antusias dengan riuh rendah suara petasan, dominasi dekorasi warna merah lambang keberuntungan, dan pembagian angpao. Namun, ada satu detail yang tidak boleh terlewatkan, yaitu sajian kuliner berupa kue tradisional.
Rekomendasi Kue Khas Imlek yang Wajib Ada
Kue khas Imlek apa saja yang semestinya melengkapi perayaan Tahun Baru China tersebut? Berikut rekomendasinya!
1. Kue Keranjang (Nian Gao)
Tidak ada Imlek tanpa kue keranjang atau nian gao yang menjadi ikon utamanya. Secara harfiah, “nian” berarti “tahun” dan “gao” artinya kue, yang dimaknai secara umum sebagai “kue tahunan” karena hanya dibuat setahun sekali saat Imlek. Teksturnya sangat lengket dan kenyal, karena bahan bakunya adalah tepung ketan dan gula merah.
Teksturnya yang lengket memiliki filosofi mempererat tali kekeluargaan dan kerukunan. Sementara penyusunannya di keranjang secara bertingkat dari ukuran besar ke kecil merupakan simbol harapan untuk peningkatan kemakmuran di tahun yang baru. Jadi, kue keranjang mengandung doa agar hubungan keluarga semakin harmonis dan taraf kesejahteraan hidup juga semakin baik dari sebelumnya.
Daya tahan kue keranjang hanya 3 hari di suhu ruang dan sampai 3 bulan di freezer. Jika baru matang, kue bisa langsung dinikmati tanpa perlu dipanaskan. Namun, jika sudah lewat satu malam, sebaiknya dikukus lebih dulu agar lebih lembut. Bisa juga menggorengnya dengan balutan telur untuk cita rasa yang berbeda.
2. Kue Mangkok (Fa Gao)
Kue khas Imlek apa saja yang tidak boleh terlewatkan? Kue mangkok jadi daftar rekomendasi selanjutnya. Jika kue keranjang melambangkan peningkatkan, maka fa gao merupakan simbol perkembangan. Kata “fa” sendiri memang berarti
“berkembang” atau “kemakmuran”. Ciri khas utama kue ini adalah bentuk bagian atasnya yang mekar merekah seperti bunga sedang bermekaran.
Mengapa disebut kue mangkok dan bukan kue bunga? Sebab, kue ini dicetak menggunakan mangkok kecil yang baru akan mekar menyerupai kelopak bunga ketika dikukus. Kue mangkok terbuat dari tepung beras, tepung terigu, tape singkong, pengembang, dan pewarna merah muda atau merah terang. Secara bentuk sangat mirip dengan bolu kukus.
Hanya saja, tekstur kue mangkok lebih padat dan hanya dibuat saat Imlek untuk persembahan di meja sembahyang leluhur dan sajian bagi tamu. Filosofi di balik kue ini sangat unik. Semakin mekar kelopaknya, biasanya sekitar 4-5 kelopak, maka semakin besar pula keberuntungan dan kekayaan yang akan datang di tahun yang baru.
3. Kue Ku (Ang Ku Kueh)
Kue ini merupakan salah satu jenis kue basah peranakan yang sangat populer saat Imlek. Populer sebagai kue kura-kura merah (ang ku kueh) karena memiliki bentuk menyerupai cangkang satwa yang dilindungi tersebut. Dalam mitologi Tionghoa sendiri, kura-kura merupakan hewan suci yang melambangkan umur panjang, kekuatan, dan keabadian.
Warna merah menyala pada kulitnya yang terbuat dari tepung ketan melambangkan keberuntungan dan kegembiraan, sementara isian kacang hijau yang manis dan halus merupakan simbol kehidupan yang manis. Menyajikan kudapan ini saat Imlek menjadi suatu doa agar seluruh anggota keluarga diberikan kesehatan, umur yang panjang, dan kehidupan yang penuh berkah.
4. Mochi
Jawaban berikutnya dari kue khas Imlek apa saja adalah mochi, meskipun lebih sering disebut sebagai kudapan tradisional asal Jepang. Padahal, China juga sudah mengenal kue yang satu ini dan mewariskannya secara turun temurun. Bentuknya yang bulat dan tekstur lengket serta chewy merepresentasikan keutuhan dan kesatuan keluarga agar senantiasa terjaga selamanya.
5. Onde-onde
Banyak yang mengira bahwa onde-onde merupakan kudapan asli Indonesia. Padahal, onde-onde ini berasal dari Tiongkok yang dibawa bersama dengan kedatangan saudagar asal negeri tersebut ke Indonesia dan kemudian resepnya diwariskan turun-temurun hingga kini. Bagi masyarakat Tionghoa, bentuk bulat onde-onde melambangkan kesempurnaan ikatan keluarga. Sementara warna kuning keemasannya menjadi lambang kekayaan.
Namun, makna paling mendalam sejatinya pada biji wijen yang menyelimutinya. Biji wijen berjumlah banyak itu melambangkan kesuburan, harapannya bisa ramai penerus yang diberkati dengan aliran deras rezeki. Memakan onde-onde saat Imlek dipercaya dapat membawa keberuntungan, terutama dari segi keturunan, finansial, dan keharmonisan dalam keluarga yang lebih baik dari tahun lalu.
6. Kue Lapis Legit
Jenis kue yang satu ini tentu tidak asing di Indonesia, apalagi beberapa waktu terakhir menjadi viral. Kue lapis legit alias spekkoek ini juga menjadi salah satu primadona saat Imlek, meskipun pada hari-hari biasa sekalipun juga ramai diburu peminat. Kue ini dibuat dari campuran mentega, kuning telur, dan rempah spekuk.
Bahannya memang sederhana, tapi proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan luar biasa karena harus dipanggang lapis demi lapis yang jelas memakan waktu lama dan banyak tenaga. Namun, di situ filosofi lapis legit berada. Lapisan demi lapisan yang bertumpuk melambangkan rezeki berlapis-lapis. Jadi, harapan di tahun baru akan mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan bertubi-tubi.
7. Pineapple Tart / Nastar Tionghoa
Nastar bulat identik dengan kue kering saat Idul Fitri, padahal jika ada pertanyaan kue khas Imlek apa saja, kudapan ini selalu masuk dalam daftar. Hanya saja, disebut sebagai pineapple tart dan tersedia dalam beragam bentuk, mulai bulat, bunga matahari, keranjang, hingga koin emas tapi dengan komposisi dan rasa yang sama.
Dalam dialek Hokkien, kue ini mendapat sebutan “ong lai” atau “datangnya kemakmuran”. Jadi, menyajikan nastar menjadi simbol mengundang dewa keberuntungan masuk ke dalam rumah dan memberkati semua penghuninya agar sukses, terutama dalam masalah finansial. Meskipun termasuk golongan kue kering, nastar sebaiknya lekas dikonsumsi karena semakin lama selainya mengalami perubahan rasa.
8. Egg Tart
Egg Tart atau kue tart telur adalah pengaruh kuliner dari Hong Kong dan Portugis yang telah berasimilasi dengan budaya Tionghoa. Kue ini memiliki kulit pastry yang renyah dan berlapis, dengan isian custard telur lembut, manis, dan creamy di tengahnya. Sekilas, tampilannya mirip pie susu yang menjadi oleh-oleh khas Bali.
Bentuknya bulat dengan isian berwarna kuning cerah menyerupai matahari atau koin emas. Ini menjadikannya simbol kekayaan dan masa depan cerah. Rasa manis dari custard telur menjadi lambang harapan menjalani kehidupan tanpa rasa “pahit” atau terluka di tahun yang baru. Egg tart paling nikmat disantap saat masih hangat sebagai makanan penutup.
9. Kue Almond
Kue kering almond atau chinese almond cookies tentu masuk daftar kue khas Imlek apa saja. Bentuknya sederhana, bulat pipih dengan satu butir kacang almond utuh di tengahnya yang menyerupai koin kuno, sekaligus menjadi perlambang kesejahteraan finansial. Sementara teksturnya sendiri renyah tapi lembut saat dikunyah dan memiliki aroma almond yang kuat.
Selain kekayaan, dalam budaya Tionghoa, almond juga sering dikaitkan dengan kecerdasan dan kebijaksanaan. Menyajikan kue almond bisa juga menjadi doa agar semua anggota keluarga diberkati dengan kepandaian dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan krusial. Kue ini sangat cocok sebagai pendamping minum teh saat semua anggota keluarga berkumpul atau tamu berkunjung.
10. Kue Bulan (Mooncake)
Secara tradisional, kue bulan atau mooncake adalah sajian utama untuk Festival Pertengahan Musim Gugur dalam budaya Tiongkok. Namun, di era modern, mooncake juga menjadi kudapan penting saat Imlek, berkat simbolismenya yang kuat tentang keutuhan dan keharmonisan keluarga. Sesuai namanya, bentuk kue bulan bulat sempurna yang melambangkan filosofi penyajiannya secara akurat.
Bedanya, untuk penyajian saat Imlek, varian kue bulan tidak sebanyak saat festival musim gugur. Biasanya hanya jenis klasik seperti isi pasta teratai (lotus paste) dengan kuning telur asin di tengahnya yang tersedia. Kuning telur asin itu sendiri melambangkan bulan purnama dengan pancaran cahaya keberuntungan bagi siapa saja yang memakannya.
11. Wajik
Kue wajik terbuat dari beras ketan, santan, dan gula merah. Di kalangan masyarakat peranakan Tionghoa-Indonesia, biasanya disajikan dalam bentuk jajar genjang atau sudah terpotong kecil rapi. Seperti halnya kue berbahan ketan lainnya yang lengket, wajik melambangkan eratnya hubungan keluarga, sedangkan rasa manis gula merah mengisyaratkan harapan akan kehidupan yang manis.
12. Kue Lumpur
Rekomendasi terakhir sajian kue untuk Imlek adalah kue lumpur. Kue ini terbuat dari kentang, santan, telur, dan tepung terigu, dengan hiasan (garnish) kismis di atasnya. Teksturnya lembut dengan permukaan basah, melambangkan doa agar semua anggota keluarga memiliki karakter sopan dan halus dalam bertutur kata maupun bersikap.
Bentuknya yang bulat pipih dan berwarna kuning pucat dengan hiasan kismis di tengahnya bisa diinterpretasikan sebagai koin emas dengan permata, menjadikannya simbol asa untuk kondisi keuangan yang lebih baik di tahun baru. Rasanya yang manis, gurih, dan mudah dicerna menjadikannya favorit segala usia, mulai anak-anak hingga lanjut usia.
Mau Kasih Kue Imlek ke Kerabat dengan Box yang Berkesan? Cetak di Paperlicious!
Sudah tahu bukan kue khas Imlek apa saja? Ada kue keranjang, kue bulan, lapis legit, wajik, hingga kue lumpur yang bisa Anda pilih sesuai keinginan pribadi, selera keluarga, atau harapan untuk pergantian tahun baru. Tidak hanya untuk sajian ketika berkumpul di rumah, Anda juga bisa mengirimkannya sebagai hampers Imlek.
Jangan asal kirim, pastikan kue tersebut memiliki cita rasa yang lezat dan tampilan cantik serta estetik. Kirimkan menggunakan box hampers custom dari Paperlicious.id yang terbuat dari material berkualitas tinggi dan desain premium yang eksklusif. Kue dijamin terjaga dalam kondisi baik di tangan penerima berkat proteksi ekstra dari lapisan kotak.
Bukan hanya kotaknya yang bisa dipesan secara custom, Paperlicious.id juga menawarkan jasa cetak kartu ucapan (greeting card) custom untuk semakin meningkatkan eksklusivitas dan keunikan hampers kue Imlek tersebut. Anda bebas menentukan bentuk, desain, dan kata-kata ucapan pada kartu tersebut. Tidak hanya keren, tapi juga terasa hangat dan personal.