Inovasi di industri percetakan terus berlangsung supaya tetap dapat relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu inovasi tersebut adalah hadirnya macam macam teknik cetak yang berdampak signifikan terhadap sektor tersebut. Mulai dari keragaman objek, variasi harga, hingga fleksibilitas yang lebih luas. Berikut 10 teknik cetak yang umum digunakan dalam industri tersebut!
1. Cetak Offset (Offset Printing)
Cetak offset adalah teknik cetak tidak langsung (indirect printing). Jadi, desain dari pelat cetak aluminium tidak ditransfer ke atas media, melainkan dicetak dulu ke karet pelapis (rubber blanket). Lapisan itulah yang akan mencetak di permukaan media. Teknik favorit untuk produksi cetak skala besar berkat kualitas tinggi, konsisten, dan biaya terjangkau.
Contoh Pengaplikasian:
- Koran dan buku.
- Brosur perusahaan dan katalog produk.
- Kalender dinding dan meja.
- Kemasan karton produk sereal, obat, dan sejenisnya.
Kelebihan:
- Hasil cetak bagus dan konsisten.
- Biaya ekonomis untuk cetak skala besar.
- Fleksibilitas cetak untuk material kertas dan karton berbagai tekstur sangat bagus.
Kekurangan:
- Terlalu mahal untuk biaya cetak skala kecil.
- Proses persiapan pra cetak lebih lama dari cetak digital.
- Tidak bisa diterapkan cetakan dengan personalisasi khusus, seperti mencetak langsung nama di undangan, karena hasil cetak keseluruhan identik.
2. Cetak Digital (Digital Printing)
Cetak digital menggunakan data gambar digital dalam bentuk fail PDF, JPEG dan lainnya yang dikirim langsung ke mesin cetak, lalu diaplikasikan pada media akhir. Teknik ini tidak memerlukan pembuatan pelat cetak seperti offset. Ada dua teknologi utama dalam cetak digital: laser yang menggunakan toner bubuk dan inkjet dengan tinta cair.
Contoh Pengaplikasian:
- Spanduk dan banner untuk penanda kantor atau lokasi usaha.
- Kartu nama pribadi.
- Menu restoran.
Kelebihan:
- Waktu produksi cepat karena tidak perlu setup pelat cetak.
- Cocok untuk produksi POD (Printing on Demand) atau skala kecil dan personal dengan biaya terjangkau.
- Minim limbah yang mencemari lingkungan.
Kekurangan:
- Biaya untuk produksi massal lebih mahal dari offset.
- Kualitas detail dan kehalusan gradasi warna sedikit di bawah offset.
- Proses cetak bisa terkendala oleh kesesuaian mesin cetak (printer) dengan jenis, ketebalan, dan tekstur media yang digunakan.
3. Cetak Sablon (Screen Printing)
Macam macam teknik cetak selanjutnya adalah cetak sablon yang menggunakan layar (screen), berupa jaring halus yang dibentangkan pada bingkai. Desain dibuat pada layar dengan memblokir area tertentu, lalu tinta didorong menggunakan alat bernama rakel (squeegee) melewati jaring yang tidak terblokir sehingga menempel pada permukaan media di bawahnya.
Contoh Pengaplikasian:
- Pakaian, mulai dari kaos hingga jaket.
- Merchandise seperti tote bag, topi, pulpen.
- Stiker vinyl.
Kelebihan:
- Serbaguna karena dapat mencetak di berbagai jenis material, mulai dari kain, plastik, logam, keramik, dan lainnya.
- Durabilitas tinta bagus.
- Biaya terjangkau, khususnya untuk kebutuhan produksi massal.
Kekurangan:
- Tidak ideal untuk jenis cetak full-color karena membutuhkan terlalu banyak palet warna, sehingga memakan waktu dan menambah biaya.
- Proses persiapan (setup) cukup menguras waktu dan tenaga.
- Tidak cocok untuk produksi satuan karena biaya akan jadi terlalu mahal.
4. Cetak Flexografi (Flexography)
Cetak flexografi adalah teknik cetak rotary (berputar) menggunakan pelat cetak fleksibel yang terbuat dari karet atau photopolymer. Pelat fleksibel ini mengambil tinta dari anilox roll (rol berukir) dan mentransfernya langsung ke media cetak yang berputar dengan cepat. Didesain untuk pencetakan kecepatan sangat tinggi pada material dengan permukaan yang tidak rata.
Contoh Pengaplikasian:
- Kemasan foil seperti bungkus snack, kopi, dan mi instan.
- Kantong plastik.
- Kardus bergelombang (corrugated box).
Kelebihan:
- Kecepatan produksi sangat tinggi, ideal untuk produksi massal.
- Keragaman media cetak, bisa plastik, foil, kertas, dan karton gelombang.
- Tinta cepat kering, sehingga proses finishing lebih cepat.
Kekurangan:
- Kualitas cetak kurang detail, tidak setajam offset dan gravure.
- Biaya pembuatan plat photopolymer cukup mahal, sehingga tidak cocok untuk produksi skala kecil.
- Membutuhkan waktu cukup lama untuk memasang pelat dan menyesuaikan mesin.
5. Cetak Gravure (Rotogravure)
Cetak gravure adalah macam macam teknik cetak untuk produksi volume hingga jutaan cetakan dengan kualitas fotografis unggul. Ini merupakan teknik cetak intaglio, di mana gambar diukir atau sebagai lubang-lubang kecil (sel) pada permukaan silinder. Kertas kemudian ditekan ke silinder, menarik tinta keluar dari sel hingga membentuk desain tercetak sempurna.
Contoh Pengaplikasian:
- Media cetak dengan pasar internasional.
- Perangko.
Kelebihan:
- Kualitas cetak superior dengan kekayaan warna dan gradasi super halus.
- Kecepatan cetak ekstrem, sehingga menghemat waktu produksi.
- Silinder cetak awet tanpa mengalami penurunan kualitas, mencegah penambahan biaya tidak terduga untuk perbaikan alat.
Kekurangan:
- Biaya penyediaan alat mahal, sehingga tidak cocok untuk produksi skala kecil dan menengah.
- Kurang fleksibel terhadap perubahan desain akibat proses persiapan yang lama dan mahal.
6. Cetak Letterpress (Tekan Tinggi)
Cetak letterpress merupakan teknik membuat cetakan dengan menekan permukaan timbul, seperti balok huruf logam photopolymer, yang telah diberi tinta, langsung ke permukaan media. Ini merupakan metode cetak tertua di dunia dan masih bertahan hingga saat ini, tentunya dalam versi lebih sederhana. Saat ini hanya digunakan untuk cetakan bernilai artistik tinggi.
Contoh Pengaplikasian:
- Undangan pernikahan mewah dan eksklusif.
- Kartu ucapan custom.
- Sampul buku edisi khusus kolektor.
Kelebihan:
- Menghasilkan efek taktil (bisa diraba) yang elegan dan berkarakter, tidak bisa ditiru mesin modern.
- Memberikan nuansa klasik, personal, dan mewah.
- Tinta pekat dan solid.
Kekurangan
- Tahapan persiapan dan cetak sangat lama karena harus dilakukan manual, jadi memakan banyak waktu dan tenaga.
- Tidak cocok untuk produksi skala besar karena durasi pengerjaan lama.
- Biaya sangat mahal, karena yang ditonjolkan adalah nilai estetika dan eksklusivitasnya.
- Keterbatasan desain, tidak cocok untuk mencetak foto atau gradasi warna kompleks.
7. Cetak UV / Spot UV
Cetak UV lebih tepat disebut finishing, yaitu sebuah proses di mana tinta atau lapisan pernis khusus diaplikasikan ke media cetak, kemudian dikeringkan secara instan menggunakan sinar Ultraviolet (UV). Cetakannya menggunakan tinta khusus yang mengeras saat terkena sinar UV. Hasil cetaknya memiliki efek glossy yang kuat dan menciptakan highlight visual mewah.
Contoh:
- Efek mengkilap sampul buku matte.
- Ukiran menonjol pada logo di kartu nama.
- Efek tetesan air pada brosur minuman.
Kelebihan:
- Proses pengeringan instan, sehingga mempercepat durasi pengerjaan.
- Daya tahan tinggi karena anti gores, tahan air (waterproof), dan warnanya tidak mudah pudar.
- Efek visual premium dengan menghasilkan kontras kuat antara permukaan matte dan area glossy.
Kekurangan:
- Menambah biaya produksi karena sifatnya proses cetak tambahan.
- Butuh mesin khusus, sehingga biaya setup juga bertambah.
- Jika penggunaannya berlebih, hasil cetakannya jadi rentan retak.
8. Cetak Emboss & Deboss
Sama seperti cetak UV, emboss dan deboss termasuk kategori macam macam teknik cetak finishing. Fungsinya untuk menciptakan efek timbul pada media cetak. Emboss menggunakan dua pelat logam, yaitu pelat jantan dan pelat betina, yang menekan kertas dari dua sisi sehingga area yang diinginkan menjadi menonjol, sementara deboss menghasilkan cekungan.
Contoh Pengaplikasian:
- Logo atau inisial pada undangan pernikahan.
- Monogram pada kop surat.
- Detail sampuh buku edisi hardcover.
Kelebihan:
- Menciptakan kesan premium dan elegan.
- Memberi efek taktil.
- Bisa tanpa menggunakan tinta untuk tampilan lebih minimalis.
Kekurangan:
- Biaya peralatan cukup mahal, terutama pembuatan pelat logam presisi.
- Menambah biaya dan waktu produksi karena merupakan proses terpisah.
9. Cetak Hot Print / Foil
Cetak hot print juga termasuk teknik cetak finishing. Metode ini menggunakan panas dan tekanan untuk mentransfer lapisan foil metalik atau berwarna seperti emas dan perak atau warna holografik, dari gulungan film carrier ke permukaan media cetak memakai pelat logam yang dipanaskan. Fungsinya memberikan efek metalik berkilau yang cerah dan reflektif.
Contoh Pengaplikasian:
- Judul berwarna emas pada sampul kitab khusus, seperti Al Qur’an dan Al-Kitab.
- Tulisan kaligrafi pada undangan.
- Logo pada kemasan mewah.
Kelebihan:
- Efek kilau metalik yang premium dan otentik, mencitrakan kemewahan.
- Opasitas tinggi atau warnanya bisa menutup sempurna di atas media berwarna gelap.
- Tahan lama karena menempel kuat dan tidak mudah pudar.
Kekurangan:
- Membutuhkan biaya produksi tambahan yang cukup signifikan karena material foil cukup mahal dan pembuatan pelat cetak.
- Keterbatasan detail, terutama yang halus dan tipis.
10. Cetak 3D (3D Printing)
Jika lainnya mencetak gambar 2D di atas permukaan, cetak 3D membangun objek fisik lapis demi lapis dari sebuah file desain digital (CAD). Material seperti filamen plastik dan resin cair ditambahkan lapis per lapis hingga objek utuh terbentuk. Dikhususkan untuk kebutuhan cetak objek spesifik dan eksklusif.
Contoh:
- Prototipe produk baru.
- Pembuatan spare part kustom karena sudah tidak lagi diproduksi.
- Mainan, khususnya action figure.
- Model arsitektur (maket).
- Implan medis.
- Properti syuting.
Kelebihan:
- Fleksibilitas tinggi terkait kebutuhan objek custom, karena bisa membuat hampir semua bentuk geometris kompleks yang mustahil dibuat dengan cetakan konvensional.
- Proses pengerjaan cepat untuk proyek terbatas.
- Cakupan penggunaan di berbagai industri yang luas.
Kekurangan:
- Tidak cocok untuk produksi massal karena pengerjaan memerlukan detail yang memakan waktu jika untuk memproduksi ribuan unit.
- Tidak sekuat objek yang dibuat dengan metode injection molding (cetak injeksi).
- Pilihan material dan warna masih lebih terbatas dibanding produksi tradisional.
- Biaya mahal, baik untuk investasi mesin maupun material.
Cukup banyak bukan macam macam teknik cetak saat ini? Mulai dari offset untuk cetak massal, hot foil yang mewah, hingga inovasi yang membantu berbagai industri dari teknologi cetak 3D. Masing-masing memiliki kesesuaian penggunaan, kelebihan, dan kekurangan yang dapat Anda jadikan pertimbangan sebelum memutuskan teknik cetak yang tepat sesuai kebutuhan.