4 Perbedaan Cardigan dan Outer, Serupa Tak Sama!

Dalam dunia fashion, tren pakaian luaran atau outerwear semakin berkembang, terutama di kalangan anak muda dan wanita dewasa. Dua jenis outerwear yang sering digunakan adalah cardigan dan outer. Keduanya memang memiliki fungsi serupa—yaitu sebagai pelengkap outfit yang bisa memberikan kesan hangat sekaligus stylish. 

Tapi, tahukah Anda bahwa keduanya sebenarnya cukup berbeda dalam banyak hal? Artikel ini akan mengulas perbedaan cardigan dan outer dari segi bahan, model, fungsi, hingga harga. Simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: Perbedaan Kaos Oversize dan Biasa Apa Sih? Simak Penjelasannya

1. Cardigan 99% Terbuat dari Bahan Rajut

Salah satu ciri khas utama cardigan adalah bahannya. Hampir semua cardigan—baik versi klasik maupun modern—menggunakan bahan rajut. Bahan rajut ini bisa berupa wol, katun rajut, hingga wolvis, dan memberikan kesan lembut, ringan, serta hangat. 

Cardigan awalnya dikenal lewat sejarah militer Inggris, tapi kemudian dipopulerkan untuk fashion wanita oleh Coco Chanel. Dengan perkembangan fashion, cardigan kini hadir dalam berbagai bentuk seperti boyfriend cardigan, V-neck, hingga kimono cardigan

Meski begitu, sampai saat ini cardigan tetap mempertahankan bahan rajut sebagai elemen utama. Ini menjadi pembeda paling mendasar dalam perbedaan cardigan dan outer.

2. Outer Lebih Banyak Model dan Beragam

Jika cardigan identik dengan rajutan, outer justru hadir dalam bentuk dan bahan yang jauh lebih beragam. Outer adalah istilah umum untuk pakaian luaran, dan bisa berupa kimono, blazer, parka, vest, atau bahkan jaket tanpa kancing. 

Dalam banyak kasus, bahkan dress berkancing atau kemeja panjang bisa difungsikan sebagai outer. Model outer saat ini sangat fleksibel dan modis, tersedia dalam berbagai bahan seperti ceruty, denim, katun tebal, hingga kulit sintetis. 

Karena itu, banyak orang menyebut outer sebagai pilihan fashion yang lebih ekspresif. Ini menjadi salah satu aspek penting dalam perbedaan cardigan dan outer, karena outer tak terbatas pada satu gaya atau bahan.

3. Cardigan Lebih Cocok ke Gaya Semi Formal

Cardigan sering dipilih untuk tampilan semi-formal atau santai yang tetap rapi. Karena teksturnya yang lembut dan tidak terlalu tebal, cardigan cocok digunakan untuk acara indoor seperti ke kampus, kantor, atau sekadar hangout santai. Gaya ini lebih diminati oleh mereka yang ingin terlihat sopan tanpa terkesan terlalu formal. 

Beberapa cardigan bahkan didesain khusus untuk digunakan sebagai outfit kerja atau acara formal ringan. Di sinilah terlihat lagi perbedaan cardigan dan outer, karena outer justru lebih fleksibel digunakan dalam banyak suasana.

4. Outer Cenderung Lebih Mahal

Dari segi harga, outer biasanya dibanderol lebih mahal dibanding cardigan. Tapi bukan karena bahannya lebih premium, melainkan karena desain dan pola bajunya lebih kompleks. Outer seperti blazer atau parka membutuhkan struktur pola yang lebih rapi, jahitan lebih banyak, serta detail tambahan seperti kerah, kantong, atau tali pinggang. 

Ini membuat proses pembuatannya lebih rumit dibanding cardigan yang biasanya simpel dan tidak banyak potongan. Oleh karena itu, perbedaan cardigan dan outer juga dapat terlihat dari kompleksitas desain dan impresi fashion yang ditampilkan.

Sekilas mirip, namun cardigan dan outer sebenarnya berbeda dari banyak sisi—baik bahan, bentuk, maupun fungsinya. Cardigan lebih khas dengan rajutannya dan cocok untuk semi formal, sementara outer lebih variatif dan fleksibel dalam pemakaiannya. Anda tinggal memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan gaya Anda.

Jika Anda memiliki brand fashion dan ingin memperkuat identitas produk Anda, jangan lupa tambahkan sentuhan profesional dengan cetak hang tag custom terbaik dari Paperlicious. Desain eksklusif dan hasil cetak berkualitas akan membuat produk fashion Anda makin standout!

Baca juga: 6 Perbedaan Clothing dan Apparel, Hampir Mirip!

Write a comment