Cara Membuka Laminating Ijazah: Alat dan Caranya

Laminating merupakan cara umum dan efektif untuk melindungi dokumen penting, seperti ijazah, dari debu dan cairan. Namun, tantangan justru muncul ketika Anda harus melepasnya dengan alasan administratif, seperti kebutuhan legalisir, atau ingin mengganti material plastik laminating yang sudah menguning. Cara membuka laminating tidak boleh asal karena berpotensi mengakibatkan dokumen rusak.

Jenis Alat yang Digunakan Untuk Membuka Laminating

Sebelum masuk ke dalam proses utama, langkah awal yang wajib Anda lakukan terlebih dulu adalah menyiapkan peralatan yang tepat. Alih-alih menggunakan pisau atau gunting untuk mencongkel paksa, berikut daftar alat yang dibutuhkan untuk melepaskan plastik laminating dari dokumen:

1. Pengering Rambut (Hair Dryer) / Pistol Panas (Heat Gun)

Senjata utama untuk membuka plastik laminasi adalah pengering rambut (hair dryer) yang merupakan perkakas rumah tangga, sehingga mudah ditemukan. Alternatif lainnya adalah pistol panas (heat gun). Fungsi keduanya sama, yaitu untuk mengalirkan panas ke arah plastik laminasi agar lem yang sudah mengeras leleh kembali, tanpa menyebabkan dokumen rusak maupun terbakar.

2. Gunting / Cutter

Gunting atau pisau pemotong (cutter) tetap diperlukan sebagai alat untuk melepas plastik laminating. Namun, tidak digunakan langsung untuk mencongkel atau memotong lapisan plastik dari dokumen yang rentan merusak kertas, melainkan hanya dipakai memotong bagian pinggirnya yang berlebih dan tidak menempel langsung. Pastikan gunting atau cutter-nya tidak berkarat.

3. Kain Lap Bersih / Kapas

Alat berikutnya yang digunakan dalam cara membuka laminating adalah kain lap bersih atau kapas untuk membantu menekan plastik dan membersihkan sisa-sisa lem dari dokumen. Pastikan lap atau kapas, serta tangan yang memegang dalam kondisi bersih dan kering. Jika tidak, berisiko membuat dokumen basah dan mudah robek atau tintanya luntur.

4. Minyak Kayu Putih / Cairan Khusus Pembersih Lem

Residu lengket dari lem setelah plastik berhasil dilepas pasti ada. Jadi, sediakan minyak kayu putih yang mudah didapatkan untuk membersihkan residu tersebut. Bisa juga menggunakan cairan khusus pembersih lem jika menginginkan hasil lebih optimal. Lagi pula, cairan ini biasanya tidak berbau, sedangkan minyak kayu putih memiliki aroma khas yang kuat.

5. Pinset

Meskipun alat-alat sebelumnya cenderung aman digunakan, tapi pinset tetap wajib ada. Pinset dapat digunakan membantu memegang ujung plastik yang panas agar tangan Anda tidak sampai terluka, baik akibat paparan panas dari hair dryer atau heat gun, penggunaan gunting atau cutter, maupun terkena residu dari lem laminating yang sudah meleleh. 

Panduan Cara Membuka Laminating Agar Tidak Rusak

Jika semua alat sudah lengkap, selanjutnya proses membuka lapisan plastik laminasi dan memisahkannya dari dokumen. Tahapan-tahapan berikut harus dikerjakan dengan hati-hati dan teliti, agar tidak mengakibatkan kerusakan pada dokumen penting Anda, terutama ijazah yang prosedur cetak ulangnya rumit dan memakan waktu panjang.

1. Siapkan Dokumen yang Akan Dibuka Laminasinya

Pertama, pastikan area kerja bersih dan kering. Letakkan dokumen di atas permukaan yang rata dan keras, seperti meja. Periksa kondisi awal plastik laminasinya, masih utuh atau sudah menggelembung dan mengelupas di beberapa sudut. Bila masih utuh, prosesnya harus lebih hati-hati. Potong 1-2 mm tepian plastik laminating untuk menciptakan celah udara.

2. Panaskan Laminating dengan Hair Dryer / Heat Gun

Selanjutnya, cara membuka laminating adalah memanaskan plastik dengan hair dryer atau heat gun. Arahkan moncong alat penghantar panas tersebut ke salah satu sudut dokumen. Atur alat ke pengaturan suhu paling tinggi, tapi jaga jarak sekitar 5-10 cm dari dokumen agar plastik tidak mengerut berlebihan atau hangus. 

Panaskan bagian sudut tersebut selama kurang lebih 30 detik hingga 1 menit. Panas dari hair dryer atau heat gun akan melunakkan lapisan lem kimia yang merekatkan plastik ke permukaan kertas. Pastikan aliran panas merata pada plastik laminasi, terutama di sudut yang ingin Anda buka terlebih dahulu.

3. Kupas Plastik Laminating Secara Perlahan

Setelah plastik terasa melunak dan lem mulai mencair, gunakan pinset untuk mengangkat ujung plastik secara perlahan. Tarik plastik dengan arah diagonal sambil terus dialiri panas. Jadi, jangan menarik plastik di area yang masih dingin karena pasti kertas ikut tertarik dan dokumen jadi rusak. Jika kesulitan, minta orang lain untuk membantu.

4. Bersihkan Sisa Lem dan Potongan Plastik

Setelah seluruh plastik berhasil terlepas, di permukaan ijazah biasanya masih terasa lengket akibat residu atau sisa-sisa lem yang menggumpal. Jangan digesek dengan cutter, gunting, ataupun ujung kuku. Anda bisa menggunakan lap kering atau kapas, kemudian menetesi dengan minyak kayu putih atau cairan khusus pembersih lem.

Gunakan lap atau kapas tersebut untuk mengusap permukaan dokumen yang masih lengket. Lakukan gerakan usapan memutar secara perlahan, tanpa menekan dokumen. Jika menggunakan tekanan, permukaan kertas bisa terkikis dan rusak atau tintanya luntur. Tindakan tersebut tentunya akan merugikan Anda. Jadi, lakukan gerakan perlahan dan ulangi hingga residu lem terangkat semua.

5. Periksa Apakah Dokumen Sudah Bersih dari Laminating

Langkah terakhir adalah melakukan inspeksi menyeluruh. Pastikan tidak ada serpihan plastik kecil yang tertinggal dan residu lem tersisa. Raba permukaan kertas untuk memastikan sudah tidak ada area yang masih lengket. Jika dokumen terasa sedikit lembap akibat minyak kayu putih atau cairan pembersih, diamkan sejenak di udara terbuka hingga kering sempurna. 

Sejatinya, rangkaian cara membuka laminating di atas tidak terlalu sulit. Namun, membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan wajib berhati-hati dalam proses pengerjaannya supaya tidak berujung merusak permukaan dokumen. Alat-alatnya juga termasuk perkakas rumah tangga yang mudah ditemukan. Setelah semua tahapan selesai, Anda bisa mengganti dengan laminating baru atau menyimpan dokumen di map. 

Related Posts

Write a comment