Stapler dan staples adalah dua peralatan yang sangat umum digunakan dalam dunia percetakan, perkantoran, hingga kegiatan sekolah. Banyak orang menganggap kedua istilah ini dapat digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki fungsi dan bentuk yang berbeda. Stapler adalah alat yang digunakan untuk menyatukan kertas, sedangkan staples adalah isi atau kawat yang digunakan dalam proses penjilidan tersebut.
Meskipun sering digunakan bersamaan, ada beberapa perbedaan stapler dan staples yang perlu diketahui. Yuk, simak lebih lanjut!
1. Stapler Tidak Bisa Digunakan Tanpa Staples
Stapler berfungsi sebagai alat penjepit yang menekan staples agar menembus kertas dan mengikatnya menjadi satu. Tanpa staples, stapler tidak akan bisa menjalankan tugasnya. Sementara itu, staples sendiri tidak akan berguna tanpa stapler karena harus dijepit dengan tekanan yang cukup kuat agar dapat menembus kertas dengan rapi.
Jadi bisa dibilang bahwa kedua item ini saling melengkapi dan tidak bisa bekerja tanpa satu sama lain.
2. Staples adalah Isi Kawat yang Berbentuk “U”
Staples merupakan kawat berbentuk “U” kecil yang digunakan untuk mengikat lembaran kertas atau benda lainnya. Umumnya, staples terbuat dari logam seperti baja, nikel, atau aluminium agar cukup kuat dalam menjilid dokumen. Saat digunakan dalam stapler, staples akan ditekan sehingga kedua ujungnya menekuk dan mengikat kertas dengan erat.
3. Stapler Hanya Terbuat dari Plastik dan Logam
Perbedaan stapler dan staples yang berikutnya bisa kita lihat dari materialnya. Berbeda dengan staples yang selalu berbahan logam, stapler biasanya terbuat dari kombinasi plastik dan logam.
Bagian luar stapler sering kali berbahan plastik agar lebih ringan dan nyaman digunakan, sementara bagian mekanisme dalamnya terbuat dari logam agar kuat saat menekan staples. Ada juga stapler berbahan full logam yang lebih tahan lama dan sering digunakan di kantor atau industri percetakan.
4. Ukuran Staples Mengikuti Stapler
Stapler hadir dalam berbagai ukuran, dan setiap ukuran stapler hanya bisa digunakan dengan ukuran staples yang sesuai. Misalnya, stapler kecil yang sering digunakan di sekolah atau kantor biasanya memakai staples ukuran 24/6 atau 26/6.
Sementara itu, stapler besar yang digunakan untuk penjilidan dokumen tebal membutuhkan staples dengan ukuran lebih besar agar mampu menembus lebih banyak lembaran kertas. Jika Anda bekerja dengan beragam jenis ketebalan dokumen, penting untuk menyediakan staples dan stapler dengan berbagai ukuran.
5. Stapler Ada yang Manual atau Elektrik
Berdasarkan cara penggunaannya, stapler terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu manual dan elektrik. Stapler manual mengandalkan tenaga tangan untuk menjepit staples ke kertas, sedangkan stapler elektrik menggunakan tenaga listrik untuk menekan staples secara otomatis.
Stapler manual biasanya dipakai untuk aktivitas sederhana seperti keperluan sekolah atau kantor. Sedangkan stapler elektrik lebih sering digunakan dalam industri percetakan atau perkantoran yang membutuhkan efisiensi kerja tinggi.
Meskipun sering disebut secara bersamaan, stapler dan staples adalah dua hal yang berbeda. Stapler merupakan alat penjilid yang berfungsi untuk menekan staples, sedangkan staples adalah isi kawat yang digunakan dalam stapler untuk menyatukan kertas.
Selain itu, perbedaan bahan, ukuran, dan jenis penggunaannya juga membuat keduanya memiliki peran masing-masing. Jadi, sekarang sudah paham perbedaannya, kan? Jangan sampai tertukar lagi, ya!